Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Bansos PKH Banyak yang Tak Tepat Sasaran Gus Ipul Minta Pemda Bergerak

Bansos PKH
Shoppe Mall

1. Bansos PKH Gus Ipul Beberkan 45 % Bansos PKH Tidak Tepat Sasaran, Pemda Diminta Aktif Bergerak

Jangkauan Tanggerang Selatan – Bansos PKH Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan bahwa sekitar 45 % bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) yang disalurkan dinilai tidak tepat sasaran berdasarkan data dari Dewan Ekonomi Nasional. Ia blak‑blakan mengatakan banyak penerima yang sebenarnya tidak layak menerima bantuan, sementara ada “invisible people” — masyarakat berhak yang tidak terdata — justru tidak mendapatkan manfaatnya. Gus Ipul meminta agar pemerintah daerah (pemda) mulai dari bupati, lurah, hingga operator desa aktif memutakhirkan data agar bansos benar‑benar tepat sasaran.


2. Strategi Baru Gus Ipul: Pemutakhiran Data Jadi Kunci Perbaikan Bansos PKH

Menurut Gus Ipul, permasalahan ketidaktepatan sasaran bansos PKH tidak terlepas dari data penerima yang tidak akurat dan tidak mutakhir. Kolaborasi antara daerah dan pemerintah pusat dipandang sebagai langkah penting agar tidak ada lagi keluarga yang tidak layak menerima bantuan.Bansos PKH Banyak yang Tak Tepat Sasaran, Gus Ipul Minta Pemda Bergerak

Shoppe Mall

Baca Juga: Ogah Jadi Senjata Perang Trump Perusahaan AI Anthropic Pilih Lawan Perintah


3. Peran Pemda Krusial: Gus Ipul Minta Daerah Awasi Lembaga Kesejahteraan Sosial

Selain soal data penerima, Gus Ipul juga menyerukan agar pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap lembaga kesejahteraan sosial (LKS) di wilayahnya. Menurutnya, lembaga‑lembaga tersebut perlu dipastikan beroperasi sesuai standar dan tidak menjadi celah munculnya ketidakakuratan data maupun penyalahgunaan bantuan. Dengan pengawasan yang kuat, program bansos seperti PKH diharapkan bisa menjangkau masyarakat yang benar‑benar berhak.


4. Dampak Kebijakan Bansos: Banyak Bantuan Tepat Tapi Masih Banyak Salah Sasaran

Seiring dengan realisasi penyaluran bansos reguler yang telah mencapai lebih dari 90 % capaian nasional, masih muncul kritik soal ketepatan sasaran, terutama program PKH. Gus Ipul menilai bahwa jumlah bantuan yang sudah tersalurkan belum tentu berarti tepat bagi keluarga yang berhak, sehingga pembenahan data dan verifikasi lapangan menjadi agenda utama pemerintah saat ini.


5. Gus Ipul Dorong Kerja Sama Antar‑Pemda untuk Benahi Bansos PKH

Permasalahan bansos PKH yang tidak tepat sasaran menurut Gus Ipul bukan semata tanggung jawab pusat, tetapi juga daerah yang harus menindaklanjuti dengan program pemerataan data dan pengawasan


6. Tantangan Bansos PKH: Data Dinamis Jadi Alasan Banyak yang “Melenceng”

Hal ini dianggap sebagai salah satu faktor mengapa bantuan PKH masih banyak yang tidak tepat sasaran. Karena itu, pemda diminta lebih cepat dan sistematis dalam memperbarui data sehingga program menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.


7. Kritik Publik Tindak Lanjut Bansos Tak Tepat Sasaran, Pemda Diimbau Bergerak

Isu bantuan sosial yang salah sasaran sering memicu protes publik, termasuk sorotan terhadap kasus keluarga yang sebenarnya mampu namun tetap menerima bantuan. Gus Ipul menanggapi persoalan ini dengan menekankan pentingnya kerja sama antara pusat dan pemerintah daerah untuk verifikasi dan pembaruan data penerima bansos PKH, sehingga bantuan benar‑benar tepat bagi yang membutuhkan.


8. Masyarakat Terdampak: Bansos Tak Tepat Sasaran, Gus Ipul Ajak Kesadaran Bersama

Selain mengkritik data yang kurang akurat, Gus Ipul juga meminta masyarakat ikut berperan serta dalam sistem pendataan melalui fitur usul‑sanggah di aplikasi DTSEN.

9. Gus Ipul: Bansos Tepat Sasaran Harus Dibangun dari Basis Data yang Kuat

Oleh karena itu, kerja sama pemerintah daerah dalam pengumpulan data, verifikasi lapangan, dan pembaruan informasi menjadi prioritas kebijakan saat ini. Data kuat dianggap sebagai kunci agar bantuan sosial membawa dampak nyata bagi keluarga prasejahtera.

Shoppe Mall