Bahar bin Smith Tersangka Lagi: Deretan Kasus Hukum yang Pernah Menjeratnya
Jangkauan Tanggerang — Bahar bin Smith Tersangka kembali mencuri perhatian publik setelah ia kembali ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hukum terbaru. Tokoh yang dikenal sebagai penceramah dan aktivis ini sebelumnya sudah beberapa kali terlibat dalam berbagai kasus hukum yang menambah panjang daftar kontroversial dalam kehidupannya. Kasus terbaru yang menjeratnya kali ini berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap pejabat publik, namun bukan pertama kalinya ia berurusan dengan aparat penegak hukum.
Berikut adalah deretan kasus hukum yang pernah membuat Bahar bin Smith terjerat dalam masalah hukum, baik yang sudah selesai maupun yang masih berjalan.
1. Kasus Penghinaan terhadap Presiden Jokowi (2018)
Salah satu kasus yang pertama kali membawa Bahar bin Smith ke ranah hukum adalah kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo pada tahun 2018. Dalam ceramahnya, Bahar bin Smith diduga telah menyampaikan ujaran kebencian yang mengarah pada penghinaan terhadap Presiden. Hal ini menyebabkan ia dilaporkan oleh sejumlah pihak dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.
Dalam proses hukum tersebut, Bahar bin Smith mengaku bahwa pernyataannya tersebut hanya sebatas kritik terhadap kebijakan pemerintah, namun pihak kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan karena dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pada akhirnya, Bahar bin Smith dijatuhi hukuman penjara selama beberapa bulan, meskipun beberapa waktu kemudian mendapatkan pembebasan dengan alasan kelalaian administrasi hukum.
2. Kasus Penganiayaan (2019)
Pada 2019, Bahar bin Smith kembali berurusan dengan hukum terkait kasus penganiayaan. Ia dilaporkan karena diduga terlibat dalam pemukulan terhadap dua orang remaja yang saat itu sedang berada di sekitar kediamannya. Kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat karena adanya laporan dari pihak korban yang menyebutkan bahwa mereka dianiaya secara tidak manusiawi.
Bahar bin Smith sempat menyangkal tuduhan tersebut dan menyebutkan bahwa ia hanya bertindak membela diri. Namun, setelah melalui proses hukum, ia tetap dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan dengan alasan bahwa tindakannya telah melanggar hukum. Kasus ini semakin memperburuk citra Bahar bin Smith di mata publik.
3. Kasus Kontroversial Terkait Ujaran Kebencian (2020)
Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh kontroversi bagi Bahar bin Smith. Ia kembali terjerat dalam kasus ujaran kebencian setelah video ceramahnya viral di media sosial. Dalam ceramah tersebut, ia dilaporkan telah mengeluarkan kalimat yang dinilai menghasut dan mengandung unsur kebencian terhadap kelompok tertentu.
Pihak berwenang memutuskan untuk menyelidiki kasus ini berdasarkan laporan masyarakat dan aktivis anti-kebencian. Bahar bin Smith kembali dijadikan tersangka, dan kali ini ia dituduh melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Meskipun ada upaya untuk meredakan situasi, ia tetap dihukum oleh pengadilan dengan hukuman penjara dan denda.
Baca Juga: Demonstrasi Tel Aviv Soroti Ketimpangan Hukum terhadap Warga Arab
4. Bahar bin Smith Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik (2021)
Pada tahun 2021, Bahar bin Smith kembali dilaporkan dalam sebuah kasus yang berkaitan dengan pencemaran nama baik. Ia diduga menyebarkan informasi yang tidak benar tentang beberapa tokoh politik dan pejabat publik yang dianggap merugikan nama baik mereka. Kasus ini menjadi sorotan karena beberapa tokoh yang merasa dirugikan melaporkan Bahar ke pihak kepolisian.
Dalam proses hukum ini, Bahar bin Smith kembali dinyatakan sebagai tersangka dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong. Seperti sebelumnya, Bahar mengaku tidak bermaksud merugikan pihak manapun, namun hasil pengadilan tetap menetapkannya sebagai pelaku pencemaran nama baik. Proses hukum terkait kasus ini berjalan cukup panjang, dengan beberapa kali upaya banding yang dilakukan oleh pihak Bahar bin Smith.
5. Kasus Terbaru: Penghinaan terhadap Pejabat Publik (2026)
Kasus hukum terbaru yang menjerat Bahar bin Smith adalah dugaan penghinaan terhadap pejabat publik. Ia kembali dilaporkan ke polisi setelah sebuah video ceramahnya yang dianggap menghina sejumlah pejabat negara beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Bahar dilaporkan mengucapkan kata-kata yang dianggap mencederai martabat pejabat negara dan lembaga pemerintahan.
Kasus ini langsung menarik perhatian masyarakat, dan Bahar bin Smith kembali ditetapkan sebagai tersangka. Seperti kasus-kasus sebelumnya, ia membantah tuduhan tersebut, namun pihak kepolisian menyatakan bahwa pernyataan dalam ceramah tersebut melanggar undang-undang tentang pencemaran nama baik dan ujaran kebencian. Proses penyelidikan terhadap kasus ini masih berjalan, dan banyak pihak menunggu hasil akhir dari peradilan.
Mengapa Bahar Bin Smith Menjadi Kontroversial?
Bahar bin Smith dikenal sebagai tokoh yang vokal dalam menyuarakan pendapatnya, terutama terkait dengan kebijakan pemerintah dan isu-isu sosial tertentu. Namun, sikap kontroversialnya dalam berpendapat kerap kali berbuntut panjang dan menimbulkan masalah hukum.
Banyak pihak yang menganggap bahwa Bahar bin Smith kerap melampaui batas dalam menyampaikan kritiknya, dan bahwa beberapa ucapannya sudah masuk dalam kategori ujaran kebencian atau bahkan penghinaan. Meski demikian, ia memiliki banyak pendukung yang percaya bahwa ia hanya menyampaikan kebenaran atau mengkritik kebijakan yang menurutnya merugikan rakyat.






